Di balik dinding kelas, banyak siswa SMP yang tampak percaya diri sebenarnya bergumul dengan self-doubt (keraguan diri) yang mendalam. Mereka mungkin pintar, namun sering merasa “tidak cukup baik,” takut mencoba hal baru karena khawatir gagal, atau ragu-ragu mengangkat tangan meskipun mengetahui jawabannya. Di SMP Muhammadiyah 36, kasus self-doubt siswa ini diakui sebagai penghalang utama bagi perkembangan potensi penuh mereka. Keraguan diri ini, jika dibiarkan, dapat menghambat partisipasi aktif, kreativitas, dan bahkan memengaruhi pilihan karir di masa depan. Sekolah ini mengambil langkah proaktif dengan mendistribusikan semangat Metode Belajar Gembira (MBG) sebagai alat terapi dan penguatan mental.
Distribusi semangat MBG oleh guru-guru di Muhammadiyah 36 dirancang khusus untuk membangun fondasi kepercayaan diri siswa. MBG digunakan untuk mengubah paradigma kegagalan. Alih-alih melihat kesalahan sebagai akhir dari segalanya (yang memicu self-doubt), guru memperkenalkan konsep growth mindset. Kesalahan adalah data, dan setiap percobaan adalah langkah menuju penguasaan. Guru-guru secara konsisten memberikan feedback yang berfokus pada usaha dan strategi, bukan hanya pada hasil akhir. Misalnya, alih-alih mengatakan, “Nilaimu kurang,” guru akan berkata, “Strategi belajarmu di bagian ini perlu disesuaikan, mari kita coba metode lain.”
Mendistribusikan Semangat MBG Melalui Pemberdayaan
Salah satu cara nyata guru mendistribusikan semangat MBG adalah melalui penugasan peran kepemimpinan kecil dan spesifik. Siswa yang biasanya diam karena self-doubt diberikan tanggung jawab yang dapat mereka kuasai—misalnya, menjadi leader untuk presentasi singkat yang sudah mereka persiapkan dengan matang. Keberhasilan kecil ini menumpuk, secara bertahap mengikis rasa tidak mampu yang terpendam. MBG juga mendorong kegiatan seni dan ekspresi diri, di mana tidak ada jawaban benar atau salah. Kegiatan seperti pementasan drama atau klub menulis kreatif memberikan wadah aman bagi siswa untuk menunjukkan sisi diri mereka tanpa takut dihakimi.
Melalui program mentor sebaya yang terinspirasi MBG, siswa yang lebih percaya diri didorong untuk mendukung teman-teman mereka yang berjuang dengan self-doubt. Ini bukan hanya membantu yang membutuhkan, tetapi juga memperkuat rasa komunitas dan sense of belonging di sekolah. Guru di SMP Muhammadiyah 36 telah berhasil menciptakan ekosistem di mana semangat MBG menjadi udara yang dihirup setiap hari. Ini adalah komitmen berkelanjutan untuk memastikan bahwa tidak ada siswa yang meragukan kemampuannya sendiri. Dengan MBG, self-doubt siswa digantikan oleh keberanian untuk mencoba, percaya diri untuk berpendapat, dan kegembiraan dalam proses pengembangan diri.
