Di era ekonomi kreatif, menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini adalah investasi penting. SMP Muhammadiyah 36 telah mengambil peran proaktif dalam hal ini melalui inisiatif Membangun Entrepreneur Muda. Sekolah ini menyelenggarakan Program Inkubasi Bisnis Siswa yang terstruktur, bertujuan untuk mengubah ide-ide kreatif menjadi prototipe bisnis nyata, serta menanamkan keterampilan finansial dan problem-solving di kalangan pelajar.
Filosofi inti dari Program Inkubasi Bisnis Siswa ini adalah learning by doing yang dikombinasikan dengan nilai-nilai kemandirian Islami. Sekolah menyadari bahwa Membangun Entrepreneur Muda tidak hanya tentang mengajarkan teori ekonomi, tetapi memberikan ruang aman bagi siswa untuk mengalami proses kegagalan dan keberhasilan dalam berbisnis. Program ini diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, sekaligus menjadi bagian dari Proyek P5.
Inti dari Program Inkubasi Bisnis Siswa ini terdiri dari beberapa fase. Fase pertama adalah ideation dan market research, di mana siswa diwajibkan mengidentifikasi kebutuhan pasar atau masalah di komunitas yang dapat diatasi dengan produk atau layanan mereka. Fase kedua adalah prototyping dan perencanaan finansial. Siswa belajar membuat anggaran sederhana, menghitung biaya produksi, dan menentukan harga jual. Di fase inilah potensi Entrepreneur Muda mulai terasah.
Untuk mendukung Program Inkinkubasi Bisnis Siswa ini, SMP Muhammadiyah 36 menjalin kemitraan dengan alumni yang sukses di bidang bisnis dan start-up lokal. Para alumni ini berperan sebagai mentor, memberikan coaching reguler dan feedback yang realistis terhadap rencana bisnis siswa. Sekolah bahkan mengalokasikan modal awal terbatas (seed funding) bagi proyek bisnis yang paling menjanjikan, memberikan pengalaman otentik tentang bagaimana mendapatkan pendanaan.
Salah satu tantangan dalam Membangun Entrepreneur Muda adalah memadukan etika Islami dalam berbisnis. SMP Muhammadiyah 36 menekankan pentingnya transaksi yang halal, kejujuran dalam promosi, dan social responsibility (tanggung jawab sosial). Bisnis yang dikembangkan siswa didorong untuk tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, mencerminkan nilai-nilai Muhammadiyah.
