Dunia pendidikan saat ini tidak hanya berfokus pada kemampuan literasi dan numerasi saja, tetapi juga pada pengembangan kreativitas yang selaras dengan isu-isu global. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah dengan menyelenggarakan sebuah kompetisi internal yang melibatkan seluruh siswa untuk berkompetisi dalam bidang seni visual digital. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi terpendam para siswa dalam mengoperasikan perangkat lunak desain sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap bumi. Melalui media seni, pesan-pesan mengenai penyelamatan planet dapat tersampaikan dengan cara yang lebih modern, menarik, dan relevan dengan gaya hidup generasi Z yang sangat lekat dengan dunia visual.
Dalam pelaksanaannya, pemilihan desain poster sebagai kategori utama bukanlah tanpa alasan. Poster merupakan media komunikasi massa yang efektif untuk menyampaikan pesan singkat namun mendalam. Siswa ditantang untuk mampu menyatukan elemen tipografi, warna, dan ilustrasi digital menjadi satu kesatuan yang harmonis. Mereka harus mampu menerjemahkan ide-ide kompleks mengenai perubahan iklim atau polusi menjadi sebuah karya yang mudah dipahami oleh orang awam. Proses kreatif ini melibatkan riset mendalam, di mana siswa harus mencari referensi mengenai masalah ekologi yang sedang terjadi, sehingga secara tidak langsung mereka belajar mengenai ilmu pengetahuan alam melalui sudut pandang seni.
Karya-karya yang dihasilkan dalam lomba ini wajib bertema lingkungan agar audiens yang melihatnya tergerak untuk melakukan aksi nyata. Beberapa siswa menonjolkan isu mengenai limbah plastik di lautan, sementara yang lain fokus pada pentingnya reboisasi hutan kota. Penggunaan aplikasi desain profesional maupun aplikasi berbasis ponsel pintar diperbolehkan, hal ini menunjukkan bahwa kreativitas tidak terbatas pada kemewahan perangkat, melainkan pada ketajaman ide dan eksekusi. Kompetisi ini juga menjadi ajang bagi sekolah untuk menyaring bakat-bakat baru yang nantinya dapat mewakili sekolah dalam perlombaan tingkat kota maupun nasional.
Pentingnya menjaga hidup yang berkelanjutan menjadi pesan inti yang harus termuat dalam setiap goresan digital siswa. Sekolah berharap melalui kegiatan ini, kesadaran ekologis tidak hanya berhenti di atas kanvas digital, tetapi terbawa ke dalam perilaku sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di kantin atau membuang sampah sesuai kategorinya. Hasil karya terbaik rencananya akan dipajang di area strategis sekolah dan diunggah ke media sosial resmi sekolah sebagai bentuk apresiasi. Dengan demikian, siswa merasa dihargai dan termotivasi untuk terus berkarya sekaligus menjadi duta lingkungan bagi teman-sebaya mereka.
