Mengasah Minat Literasi Digital Siswa SMP Muhammadiyah 36 Lewat Ekstrakurikuler Jurnalistik

Kemampuan memilah, menganalisis, dan memproduksi informasi secara bijak menjadi keterampilan krusial bagi pelajar di tengah gempuran arus informasi digital. Siswa tidak hanya dituntut menjadi konsumen media yang pasif, tetapi juga mampu menghasilkan karya jurnalistik yang edukatif dan akurat. Wadah pengembangan bakat di SMP Muhammadiyah 36 memfasilitasi kebutuhan tersebut melalui ekstrakurikuler pers sekolah guna menguatkan literasi digital serta ketajaman berpikir kritis siswa.

Dalam kegiatan jurnalistik ini, siswa dibekali teknik pencarian berita, wawancara narasumber, penyuntingan naskah, hingga etika penerbitan media. Penguatan literasi digital dilatih saat siswa memverifikasi kebenaran fakta sebelum mempublikasikan artikel pada majalah dinding maupun mading digital sekolah. Siswa diajarkan untuk mengenali serta menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks di media sosial.

Praktik lapangan meliput berbagai acara sekolah memberi kesempatan bagi siswa untuk mengasah keterampilan komunikasi dan bahasa tulisan. Tingginya pemahaman literasi digital membuat hasil buletin karya siswa tampil menarik, berbobot, serta menggunakan kaidah bahasa yang santun. Ekstrakurikuler ini menjadi sarana efektif dalam menyalurkan hobi menulis dan fotografi.

Penggunaan media penerbitan berbasis blog dan buletin digital melatih siswa menguasai perangkat lunak tata letak serta desain grafis dasar. Peningkatan literasi digital ini berdampak positif pada kemampuan siswa dalam menyusun tugas-tugas presentasi akademis di kelas. Siswa menjadi lebih terampil dalam mengolah data visual dan teks secara harmonis.

Bimbingan dari guru pendamping yang berpengalaman memastikan seluruh konten pers sekolah selalu menjunjung tinggi nilai kejujuran dan etika Islam. Budaya literasi digital yang tumbuh di sekolah menciptakan ekosistem belajar yang sehat, kritis, dan berwawasan luas. Majalah sekolah menjadi media aspirasi yang dinamis bagi seluruh siswa.

Program jurnalistik ini terbukti berhasil mencetak lulusan yang cakap berkomunikasi dan memiliki daya kritis tinggi terhadap perkembangan teknologi informasi. Keterampilan menulis yang terasah menjadi modal berharga bagi karir akademis siswa di masa depan. Literasi yang kuat menjadi benteng utama dalam menghadapi era disrupsi informasi.